Jumat, 11 November 2011

Mempertahankan Kualitas Daging Qurban


Oleh Ilman MS, SKH*
Hari raya idul adha juga di sebut hari raya idul qurban (Gayo: reraya kerben), momen hari raya idul adha merupakan peringatan hari besar umat Islam terhadap pengorbanan Nabi Ibrahim yang rela mongorbankan anaknya Ismail untuk disembelih demi mendapatkan keridhaan Allah SWT. Saat penyembelihan itu Allah menggantinya dengan seekor domba yang sehat dan besar. Kejadian pengorbanan nabi ibrahim ini kemudian menjadi peringatan wajib bagi umat islam yang mampu untuk berqurban setiap tahunny.

Melihat kondisi ini maka momen gelih kerben menjadi momen di mana umat islam mengkonsumsi daging lebih banyak dari biasanya. Secara umum rata-rata orang indonesia mengkonsumsi daging kurang lebih hanya tujuh kilogram per orang per tahun, walaupun orang aceh musim mengkonsumsi daging tiga kali setahun yaitu menjelang bulan Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha tapi konsumsi dagingnya kurang lebih hanya dua kg per orang per tahun, sedangkan di Eropa misalnya jerman kurang lebih 62 kg per orang per tahun.

Daging baik untuk kesehatan dan perkembangan kecerdasan otak anak, oleh sebab itu momen idul adha harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan konsumsi daging masyarakat. Salah satu syarat pemanfaatan kosumsi daging yang baik adalah dengan menjaga kualitasnya, hal ini harus di lakukan mulai dari pra-penyembelihan, teknik penyembelihan dan Penanganan pasca-penyembelihan.
Penanganan yang kurang baik menyebabkan daging cepat bau, seratnya menjadi alot (gayo : liet) dan mudah mengalami pembusukan. 

Penanganan hewan pra-penyembelihan:
Hewan qurban dipuasakan sebelum disembelih
Pemuasaan ini bertujuan untuk menurunkan aktivitas metabolisme di dalam tubuh hewan (minimal enam jam) sebelum di sembelih. Aktivitas metabolisme tubuh hewan yang rendah menyebabkan suhu tubuh menurun, suhu tubuh yang rendah dapat memperlambat reaksi biokimia daging. Perubahan biokimia pada daging terus berubah setelah penyembelihan. Semakin lama daging dibiarkan protein daging akan mengalami denaturasi sehingga menyebabkan penurunan kualitas daging, dimana terjadinya peningkatan kadar glikogen sehingga menyebabkan penurunan pH atau semakin meningkatnya derajat keasaman daging.
Jaga kondisi psikis hewan
Sebelum di lakukan penyembelihan sebaiknya hindarkan hewan qurban dari hal-hal yang menyebabkan stress, minsalnya di pukul atau memperlihatkan hewan lain saat di sembelih.
Stress psikis pada hewan sebelum di sembelih dapat menurunkan kualitas dagingnya karena menyebabkan struktur serat daging menjadi alot. Sebelum di lakukan penyembelihan ada baiknya di putarkan lagu-lagu Qasidah atau bacaan-bacaan Al-qur’an. Di negara-negara maju dan perusahaan besar sering di putarkan lagu-lagu klasik sebelum hewan di sembelih dengan tujuan agar hewan lebih rileks.
Teknik penyembelihan
Penyembelihan sebaiknya menggunakan pisau setajam mungkin dan secepat mungkin dan harus memotong tiga saluran (pembuluh darah, pernapasan, dan pencerna’an ) agar hewan tidak terlalu lama merasa sakit dan mengurangi penderitaannya selama mengerang nyawa. Kecepatan menyembelih dan pisau yang tajam sebagai antisipasi terhadap terjadinya stress yang menyebabkan penurunan kualitas dagingnya.
Di negara-negara maju dan perusahaan-perusahan besar pemotongan banyak dilakukan dengan tehnik pemingsanan sebelum hewan di sembelih untuk mengurangi tingkat stress hewan dan kenyamanan operator saat penyembelihan. Ada beberapa metode pemingsanan antara lain dengan cara mekanik, listrik dan gas.
Secara mekanik pada prinsipnya dengan melakukan pemukulan tepat di tengah kepala atau pada bagian otak besar, secara listrik dilakukan dengan penyetruman dan pemingsanan dengan gas metan.
Penanganan pasca-penyembelihan
Pengirisan daging sebaiknya di lakukan di tempat yang bebas dari kontaminasi dan daging sebaiknya di gantung dengan posisi kepala di bawah hal ini bertujuan agar darah yang masih ada dalam daging merembes sempurna karena darah adalah media yang paling baik untuk perkembangan berbagai jenis mikroba, kandungan darah dalam daging juga menyebabkan penurunan rasa gurih daging karena bau amis. Selain itu penggantungan juga membantu merenggangkan atau menurunkan kealotan daging sehingga daging lebih empuk dan lebih cepat lunak saat di masak.
Pengawetan daging
Pada keadaan jumlah daging yang melimpah suatu keluarga biasanya mengusahakan usia daging bertahan lebih lama dengan cara pengawetan. Prinsipnya pengawetan ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi mikroba dan perubahan struktur biokimia daging, ada berbagai cara tradisional yang telah di terapkan oleh masyarakat, antara lain
1.       Perebusan dengan penambahan bahan-bahan alami untuk menghindari pembusukan daging yang disebabkan oleh kontaminasi mikroba antara lain dengan menambahkan lengkuas dan bawang putih dan sedikit garam lalu di masukkan ke dalam kulkas.
2.       Di daerah Aceh pesisir pengawetan daging sering dilakukan dengan membuat Sie rebuh dimana daging ditambah asam cuka dan cabe merah direbus beberapa kali dalam beberapa hari sampai cuka terserap ke dalam daging.
3.       Selain menambahkan bahan alami lainnya pengawetan juga dapat dilakukan dengan penjemuran irisan daging pada terik matahari sampai kering. Ultraviolet dari sinar matahari dapat mematikan bakteri-bakteri pembusuk sehingga daging bisa bertahan lebih lama.
Sekian dulu artikelnya, semoga dapat dimanfaatkan. Selamat berqurban.
* Kandidat Dokter Hewan pada Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala

arzip@lintasgayo.com

Rabu, 29 Juni 2011

Kuda Gayo di Unsyiah Melahirkan Lagi

Kuda Gayo yang ada di Fakultas Kedokte Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH-Unsyiah) hari ini (27/6) melahirkan anak ke duanya tadi pagi sekitar pukul tujuh dengan selamat.

Induk pejantan kuda ini bernama Jacky, induk betina bernama Jeni, anak pertamanya Jantan bernama Jastin dan yang baru lahir ini berkelamin betina baru dinamai Jasmin. Kakaknya Jastin lahir tanggal 26 Juli 2010 dan kelahiran Jasmin hari ini tanggal 27 Juni 2011 berarti hanya terpaut 11 bulan satu hari.  Jasmin lahir dengan bobot 24 Kg, Warna coklat kehitaman, tinggi kepala 97 cm, tinggi pundak 80 cm, panjangny 115 cm. Dengan lahirnya Jesi berarti sudah ada empat kuda yang ada di FKH-Unsyiah.

Sejak hari ini keluarga kuda gayo Jacky dan Jeni tentu semakin bahagia dan lebih ramai lagi dengan sepasang anak pejantan dan betina Jastin dan Jasmin. Selama ini ketiganya sering terlihat berkejar-kejaran di pekarangan rumput yang ada di samping dan belakang kampus FKH-Unsyiah.

arzip@ www.lovegayo.com

Rabu, 30 Maret 2011

Propolis, Antibiotik Alami

Propolis adalah zat yang di ekstrak dari resin yang dikumpulkan oleh lebah pekerja khusus yang tugasnya mencari resin dari daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah pekerja di sarang resin tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, Madu dan enzym sebelum akhirnya menjadi Propolis. Propolis gunanya untuk menambal sarang lebah yang bocor dan memperkuat sarang. Selain dari pada itu fungsi Propolis yang tidak kalah pentingnya bagi lebah adalah untuk membungkus (memumikkan) bangkai binatang yang masuk kesarang lebah agar tidak menyebarkan penyakit. Jadi Propolis dipakai oleh lebah untuk mensaterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.

Belajar dari efektifitas Propolis bagi lebah inilah manusia modern kemudian ikut menggunakan Propolis dalam pengobatan khususnya untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur. Propolis mengandung ratusan bahan kimia dan para ilmuwan baru berhasil mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 30-an dari bahan-bahan tersebut. Komposisi Propolis yang baru dipanen dari sarang lebah umumnya terdiri dari kurang lebih 50% resin, 30 % lilin lebah, 10 % essential oils, 5 % Pollen dan 5 % sisa-sisa tanaman. Karena komposisinya yang demikian tidak seluruh bagian Propolis bisa dimakan sebagai obat atau makanan suplemen.

Setelah dipanen dari sarangnya Propolis harus di ekstraksi dengan air atau minyak makan untuk mengambil bahan-bahan yang bisa dimakan tersebut. Di negeri barat ekstraksi juga dilakukan menggunakan ethanol atau alkohol, namun hal ini tidak halal untuk konsumsi kaum muslimin jadi ekstraksi menggunakan alkohol tidak boleh dilakukan. Karena lebah pekerja mengambil resin dari tanaman-tanaman sekitar tempat sarangnya, maka komposisi Propolis sangat bervariasi tergantung daerahnya, namun subhanallah seluruh Propolis memiliki khasiat pengobatan yang sangat mirip satu sama lain. Khasiat tersebut adalah Propolis bersifat antiseptic, antibiotic, antifungal, anti-inflamatory, dan kemampuan detoksifikasi. Sunggauh Allah swt. Telah memberi kemampuan lebah-lebah tersebut dimanapun mereka berada untuk mampu mengumpulkan bahan-bahan kimia yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan sarang lebah dan lebah-lebah yang tinggal di dalamnya.

Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia. Dalam sebuah tes ilmiah dengan cell-culture test terbukti Propolis paling efektif melawan bakteri patogen jenis gram poistif seperti Staphylococcus sp. (antara lain penyebab infeksi saluran kencing) , Clostridium sp.(antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal), Corynebacterium diphtheriae (penyebab diphtheriae) dan jenis-jenis Streptococcus sp. (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever). Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan Propolis antara lain Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis) dan Pseudomonas sp. (antara lain penyebab infeksi pada luka).

Bukti ilmiah lain adalah seperti yang dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine dimana 430 anak secara random diterapi dengan Propolis selama musim dingin dan dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik. Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi Propolis terkena infeksi saluran pernafasan 55 % lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain yang mendapatkan obat dari pabrik.

Penelitian-penelitian lain yang dilakukan di Belanda, Rumania dan Polandia menunjukkan hasil yang sejalan dengan penelitian tersebut diatas. Penggunaan Propolis untuk pencuci mulut (mouth rinses) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan di Jepang.

Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan Propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik. Propolis yang dicampur dengan Madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat dari Silver Sulfadiazine (SS) . Di Brasil bahkan Propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV. Penelitian di State Medical University of Ukraina juga membuktikan seluruh pasien yang terkena Herpes Simplex Infection berhasil disembuhkan dengan Propolis.

Penelitian-penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas Propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan). Ada lima alasan mengapa Propolis dapat menjadi obat :

• Lebih dari 180 phytochemicals ada di dalam Propolis antara lain flavonids, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dlsb. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine, antimutagenic dan anti allergenic.

• Flavonids yang ada dalam Propolis selain bersifat antioxidant yang mencegah infeksi, juga menumbuhkan jaringan. Kandungan pimia Propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain adalah sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.

• Aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang ada di dalam Propolis antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-tuirunn berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.

• Sifat antifungal yang ada di Propolis yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin dlsb.


by drh. Kunta Al-Ambony

Kamis, 10 Maret 2011

MELATIH KESEIMBANGAN OTAK DENGAN BAHASA LABIK

*Ilman Muhammad Syukur

BAHASA LABIK (SAHABA LABIK)
 

Bahasa labik adalah bahasa yang di modipikasi menjadi bahasa acak dengan aturan dan rumus-rumus tertentu. Rumus ini sengaja kami buat untuk memudahkan pembaca memahami dan memperaktekannya dalam keseharian bersama orang-orang terdekat atau lawan bicara kita.
 
Secara sadar bila tidak mengetahui rumusnya maka agak susah untuk mengungkapkan dan mengetahui  maksud yang di sampaikan oleh lawan bicara yang menggunakan bahasa labik ini.
 
Awalnya bahasa ini secara tidak sengaja terbiasa di gunakan sebagai bahasa persendaan sesama teman sebaya atau sekedar lucu-lucuan. Kami biasa melabikkan Bahasa Gayo dan bahasa Indonesia. kadang digunakan saat membicarakan hal-hal penting yang tidak boleh di ketahui orang lain didepan orang, kami mulai menggunakannya kurang lebih sejak 20 tahun yang lalu.
 
Berhubung dengan kemajuan teknologi dan adanya jaringan social. saya mulai membagi bahasa ini kepada teman-teman yang mau mempelajarinya. Selain itu kami juga sering memperaktekan nya saat kopi darat.
 
Berikut adalah contoh bahasa asli dan bahasa labiknya:
 
“Sarimin pergi kepasar” labiknya “Sarimin gerpi kesapar”
 
“Andi memancing ikan di surau dekat rumahnya” labiknya “Andi mencaming ki’an di rusau kedat murahnya”
 
"jika ada yang bilang ku tak setia jangan kau dengar" labiknya "kija da'a ngay libang ku kat tesia ngajan kau ngedar"
 
"Banyak cinta yang datang mendekat namun ku menolak" labiknya " nyabak tinca ngay tadang mengkedat manun ku melonak"
 
"semua itu karna ku cinta kau" labiknya "mesua tiu narka ku tinca kau"
 
Ada beberapa kata atau bahasa yang sudah biasa di pakai dan familiar kita dengar sehari - hari.
Contohnya:
Miskin menjadi kismin (sinetron SCTV/Islam KTP)
Beres menjadi rebes
Betul menjadi tebul, dll…

Rumus dan Aturan :
 
 A. Rumus
 
1. Pendobelan Hurup Konsonan
Menarik hurup Konsonan dari tengah kata yang hurupnya bila di dobelkan tanpa mengubah bunyinya, minsalnya pada kata “Jaga” yang bisa di dobelkan adalah Huruf “G" / "GG” menjadi “Jagga” maka hurup yang bisa di dobelkan tersebut di tarik ke dapan kata dan hurup depan “J” di tempatkan di tempat hurup “G” tersebut menjadi “gaja
Contoh :
saya menjadi yasa
sayang menjadi yasang
kamu menjadi maku
saja menjadi jasa
jika menjadi kija
kita menjadi tika
nikah menjadi kinah
lusa mejadi sula
maka menjadi kama
bahagia menjadi habagia
sampai mejadi pansai
habis menjadi bahis
masa menjadi sama

 
2. Dobel Beda Hurup Konsonan
Menarik hurup ke dua dari satu kata yang di tengahnya terdapat Dobel beda hurup Konsonan. Minsalnya Kata “tempat” dua huruf konsonan di tengahnya adalah “MP”. “P” adalah huruf ke dua dari dua huruf konsonan di tengah kata tersebut maka huruf “P” di tarik ke depan kata menjadi “Pentat
 
Contoh :
cinta mejadi tinca
Pergi menjadi gerpi
sampai mejadi pansai
waktu mejadi takwu
sunting menjadi tunsing
jemput menjadi penjut
lembut menjadi benlut, dll…
 
3. Pengubahan bunyi “NG”, “N” atau “M”
Pengubahan ini terjadi bisa saja dari “NG” menjadi “N” atau “M” dan “N” menjadi “NG” atau “M” dan “M” menjadi “N” atau “NG” 

Contoh:
Singgah menjadi ginsah
Kampus menjadi pangkus
Sampai menjadi pansai
Sanggul menjadi gansul
Tengger menjadi genter
mungkin menjadi kumin
bongkol menjadi kombol
cangkul menjadi kancul
bangku menjadi kambu
tangkis menjadi kantis
pangkas menjadi kampas
sempurna menjadi pensurna, dll..
 
4. Beberapa kata yang bila dilabikkan tetapi bunyinya tetap sama.
contohnya: janji, lolos, dandan, susu, dodol, gigi, pipi, pamplet dll..
 
5. jika hurup konsonan pertama di ikuti dua hurup vokal di belakang hurup konsonan maka hurup konsonan di jadikan menjadi hurup kedua.
 
Contoh:
dua menjadi Uda
dia menjadi ida
mau menjadi amu
bau menjadi abu
tau menjadi atu, dll
 
Namun hal ini bisa saja tidak berubah bila kedengarannya menjadi jelek, berbalik arti atau susah di mengerti lawan bicara seperti kata "kau" tiadak mungkin di labik menjadi "aku"
 
6. Jika suatu kata di awali dengan hurup vokal maka hurup konsonan di tarik kedepan kata kadang di tambahkan koma di atas setelah hurup ke dua atau setelah konsonan ke dua.
 
contoh:
andai menjadi dan'ai
aku menjadi ka'u
anda menjadi dan'a
aman menjadi ma'an
asin menjadi sa'in
alam menjadi la'am
indah menjadi din'ah
imut menjadi mi'ut
isu menjadi si'u
ikan menjadi ki'an
incar menjadi cin'ar
umat menjadi mu'at
umum menjadi mu'um
untuk menjadi tun'uk
ekor menjadi ke'or
esok menjadi se'ok
elok menjadi le'ok
orang menjadi ro'ang
omong menjadi mo'ong
obok menjadi bo'ok
oceh menjadi co'eh
odol menjadi do'ol

B. Aturan
 
1. Penyebutan nama orang, nama daerah, nama kota, nama benda dll tidak boleh di labikkan.
 
2. Bila satu kata hanya terdapat dua hurup maka ini juga tidak di labikkan
 
Contoh; es, di, ah, ya, Ok, dll…
 
3. Pada kata yang terdapat tiga hurup pada awal dan akhir hurupnya diapit oleh hurup konsonan maka bacaannya di balikkan
 
Contoh;
teh menjadi het
ban menjadi nab
jin menjadi nij
bom menjadi mob, dll…
 
Tapi hal ini tidak di lakukan pada ungkapan perasaan, minsalnya perasan heran “waw” “hah” “Yee”, ungkapan tertawa dll…
 
Hampir setiap kata dalam bahasa indonesia dan bahasa gayo sangat mudah di labik, bila susah di lakukan pelabikan pada kata-kata tertentu maka kembalikan saja pada kata aslinya. berlatih bahasa ini dibutuhkan seni dan imajinasi maka secara reflek akan terbiasa dan gampang di katakan.
 
4. Pada imbuhan tidak di lakukan pelabikkan hanya saja kata dasarnya saja yang di labik

contohnya:
berlarian/ber-lari-an menjadi ber-rali-an
memanjat/men-manjat menjadi men-janmat
dipersembahkan/di per-sembah-kan menjadi di per-bensah-kan
menjadikan/men-jadi-kan menjadi men-daji-kan
sesungguhnya/se-sungguh-nya menjadi se-gunsuh-nya
menamai/me-nama-i menjadi me-mana-i
didalamnya/di-dalam-nya menjadi di-ladam-nya, dll…

5. Pada kata yang di awali dua hurup vokal juga tidak dilabikkan, Contohnya: air, aus dll..
HUBUNGAN SAHABA LABIK DENGAN KESEIMBANGAN SYSTEM KERJA OTAK.
 
Otak manusia terdiri atas belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri atas kemampuan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dll.
Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Quotient) seseorang.
 
Sebagai mana yang tersebut di atas maka sahaba labik ini dapat di gunakan sebagai alat untuk melatih keseimbangan system kerja antara otak kanan dan otak kiri di mana latihan mengatakan sesuatu dengan bahasa labik yang tersusun dengan rumus-rumus dan aturannya, sejalan dengan itu otak kanan meningkatkan daya imajinasi dan dan intelejensi dan kecepatan berpikir kita untuk mengungkapkan bahasa labik dengan cepat dan benar.
 
sebagai indikasi kita memiliki keseimbangan kerja otak adalah dengan melihat kemampuan kita berdiskusi dengan baik, dapat berhitung cepat atau kemampuan membuat atau merangkai tulisan pantun atau puisi dll
Sekian dulu tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Niat kami bahasa modipikasi ini dapat di gunakan untuk kebaikan dan kami tidak bertannggung jawab bila bahasa ini akhirnya di salah gunakan untuk hal-hal yang tidak kita inginkan. wallahua'lam bishawab..!!


*penutur dan pengembang bahasa labik

Kamis, 30 Desember 2010

Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Mungkin Bagi Sobat Mc Donal Sudah Tidak asing lagi.. Apalagi bagi yang suka pasfood burger ini.. Namun tahukah anda bagaimanah sih proses pembuatannya sehingga tersaji menjadi burger yang sangat empuk dan enak itu .. Inilah rahasianya?

4993831866 98a6481751 Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Kali ini kita diundang untuk perusahaan Italia MARR RUSIA di mana mereka menghasilkan cutlets daging sapi untuk restoran McDonalds di Rusia.Before entering all employees have to remove their rings, bracelets and watches and put them in special mini-lock boxes.

4993225543 d0c0a7f48f o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Mereka memiliki ruang produksi dua yang tidak begitu besar seperti yang Anda bayangkan. Dua Konveyor untuk daging – yang pertama untuk Rusia daging segar, yang kedua – untuk satu beku asing.

4993830468 ebdff3ea41 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

daging Rusia tidak begitu lemak sebagai salah satu asing (8 lemak%), itu sebabnya mereka harus menggabungkan mereka untuk mencapai kegemukan 20%.

Daging beku

4993830944 5d496fd3ac o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Daging dicampur dalam proporsi 50/50.

4993224389 a0036954cd o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Daging giling sedang menunggu gilirannya akan dibawa ke komputer lain yang akan membuat cutlets dari itu.

4993224071 1720d78957 z Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993223901 cd45215d71 z Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993829198 f3470eb770 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Kata-kata utama produksi adalah “keamanan” dan “qualty”. Suhu daging cincang tidak harus naik terlalu banyak, sehingga mereka menggunakan perangkat khusus untuk mengendalikannya.

4993223221 5420e4cb8d o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993222887 84c9e06a36 z Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Pembentukan mesin membuat dua jenis cutlets berbagai ketebalan.

4993231181 e40241f08e o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Dan di sini adalah cutlets untuk seluruh Rusia!

4993836590 e07f2f4e74 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Setiap hari mereka menghasilkan 1 000 000 cutlets (sekitar 70 ton)!

4993230577 0a23f42ecd o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Tebal dan tipis

4993229859 e9bddb1f6d o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993835290 a7a366d5aa o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Produksi cukup berisik sehingga mereka harus menggunakan perangkat aneh seperti itu …

4993228653 0ef3a259c8 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993834820 ab9b99e71d o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Balai pengemasan

5015140170 720eae073a o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
5015139884 cd1c78e098 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Laboratorium di mana mereka terus-menerus memeriksa kualitas daging

4993226479 b0f5c39bfa z Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald
4993837096 0faa637665 o Rahasia Proses Pembuatan Burger Mc Donald

Sumber: citrajob.com

Senin, 27 Desember 2010

Strategi Pemasaran Dalam Persaingan Bisnis

Oleh Arlina NL

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang

dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan promosi.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha.

Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoJeh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:

Ø Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.

Ø Memberitahukan kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara penggunaanya.

Ø Memperkenalkan barang atau jasa baru.

Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan. Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh kegiatan promosi yang dijalankun perusahaan. Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar.

Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.

B. LUAS DAN TUJUAN PENULISAN

Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis berusaha untuk memudahkan pembahasan agar lebih terarah, maka penulis membatasi kepada masalah pemasaran, dalam hal ini hanya masalah strategi pemasaran dalam meningkatkan volume penjualan produk maupun jasa dalam suatu perusahaan. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui dengan lebih pasti strategi pemasaran yang paling sesuai dengan keadaan perusahaan untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam persaingan.

C. SISTEMATIKA PEMBAHSAN

Dalam penulisan karya ilmiah ini, penulis membahas dalam lima bab, yaitu:

Bab satu, berisi pendahuluan yang yang membicarakan alasan pemilihan judul, luas dan tujuan penulisan serta sistematika pembahasan.

Bab dua, memuat tentang aspek penting dalam pemasaran, yaitu menjelaskan tentang rencana strategi pemasaran, pasar sasaran, dan bauran pemasaran.

Bab tiga, memuat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran. Dalam hal ini akan dibahas tentang rencana strategi perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan.

Bab empat, pada bab ini akan dibahas mengenai strategi untuk setiap posisi bisnis, seperti Market leader, Market challanger, Market follower, atau Market Nicher.

Bab lima, pada bab terakhir ini, penulis mencoba untuk membuat kesimpulan akhir atas apa yang telah diuraikan dan memberikan saran-saran yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam penentuan strategi pemasaran.

BAB II

ASPEK PENTING DALAM PEMASARAN

A. PENGERTlAN PEMASARAN

Sebagaiman kita ketahui bahwa kegiatan pemasaran adalah berbeda dengan penjualan, transaksi ataupun perdagangan. American Marketing Association 1960, mengartikan pemasaran sebagai berikut: Pemsaran adalah pelaksanaan dunia usaha yang mengaarahkan arus barang-barang dan jasa-jasa dari produsen ke konsumen atau pihak pemakai. Defenisi ini hanya menekankan aspek distribusi ketimbang kegiatan pemasaran. Sedangkan fungsi-fungsi lain tidak diperlihatkan, sehingga kita tidak memperoleh gambaran yang jelas dan lengkap tentang pemasaran.

Definisi lain, dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mengartikan pemasaran secara lebih luas, yaitu: Pemasaran adalah: Suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.

B. PASAR SASARAN

Selama ini terlihat gejala semakin banyak perusahaan memilih pasar sasaran yang akan dituju, keadaan ini dikarenakan mereka menyadari bahwa pada dasarnya mereka tidak dapat melayani seluruh pelanggan dalam pasar tersebut. Terlalu banyaknya pelanggan, sangat berpencar dan tersebar serta bervariatif dalam tuntutan kebutuhan dan keinginannya. Jadi arti dari pasar sasaran adalah: Sebuah pasar terdiri dari pelanggan potensial dengan kebutuhan alau keinginan tertentu yang mungkin maupun mampu untuk ambil bagian dalam jual beli, guna memuaskan kebutuhan atau keinginan tersebut.

Karena konsumen yang terlalu heterogen itulah maka perusahaan perlu mengkelompokkan pasar menjadi segmen-segmen pasar, lalu memilih dan menetapkan segmen pasar tertentu sebagai sasaran. Dengan adanya hal ini, maka perusahaan terbantu untuk mengidentifikasi peluang pasar dengan lebih baik, dengan demikian perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat, dapat menentuan saluran distribusi dan periklanan yang sesuai dan efisien sertamampu menyesuaikan harga bagi barang atau jasa yang ditawarkan bagi setiap target pasar.

Pasar sasaran (Target Market) adalah: Sekelompok konsumen atau pelanggan yang secara khusus menjadi sasaran usaha pemasaran bagi sebuah perusahaan.

Dalam menerapkan pasar sasaran, terdapat tiga langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Segmentasi Pasar

2. Penetapan Pasar Sasaran

3. Penempatan Produk

TABEL I

Langkah langkah Segmentasi Pasar, Penetapan Pasar Sasaran, Penempatan Pasar

Segmentasi Pasar

Menetapkan Pasar

Sasaran

Penempatan Produk

1.Identifikasi dasar-dasar segmentasi pasar

2. Mengembangkan profit setiap segmen

1. Mengembangkan metode penilaian atas daya tarik segmen

2. Memilih segmen yang akan dimasuki

1. Merumuskan penempatan produk pada masing-masing segmen yang dipilih sebagai sasaran

2. Mengembangkan bauran pemasaran bagi setiapsegmen yang dipilih sebagai sasaran

1. Segmentasi Pasar

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen. Berdasarkan definisi diatas diketahui bahwa pasar suatu produk tidaklah homogen, akan tetapi pada kenyataannya adalah heterogen. Pada dasarnya segmentasi pasar adalah suatu strategi yang didasarkan pada falsafah manajemen pemasaran yang orientasinya adalah konsumen. Dengan melaksanakan segmentasi pasar, kegiatan pemasaran dapat dilakukan lebih terarah dan sumber daya yang dimiliki perusahaan dapat digunakan secara lebih efektif dan efisien dalam rangka memberikan kepuasan bagi konsumen.

Ada empat ktiteria yang harus dipenuhi segmen pasar agar proses segmentasi pasar dapat dijalankan dengan efektif dan bermanfaat bagi perusahaan, yaitu:

Ø Terukur (Measurable), artinya segmen pasar tesebut dapat diukur, baik besarnya, maupun luasnya serta daya beli segmen pasar tersebut.

Ø Terjangkau (Accessible), artinya segmen pasar tersebut dapat dicapai sehingga dapat dilayani secara efektif.

Ø Cukup luas (Substantial), sehingga dapat menguntungkan bila dilayani.

Ø Dapat dilaksanakan (Actjonable), sehingga semua program yang telah disusun untuk menarik dan melayani segmen pasar itu dapat efektif.

Kebijakan segmentasi pasar haruslah dilakukan dengan menggunakan ktiteria tertentu. Tentunya segmentasi ini berbeda antara barang industri dengan barang konsumsi. Namun dengan demikian secara umum setiap perubahan akan mensegmentasikan pasarnya atas dasar:

a. Segmentasi atas dasar Geografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi pasar kedalam unit-unit geografis seperti negara, propinsi, kabupaten. kota, desa, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perusahaanakan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.

b. Segmentasi atas dasar Demografis, Segmentasi pasar ini dapat dilakukan dengan cara memisahkan pasar kedalam kelompok-kelompok yang didasarkan pada variabel-variabel demografis, seperti umur, jenis kelamin, besarnya keluarga, pendapatan, agama, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

c. Segmentasi atas dasar psychografis, Segmentasi pasar ini dilakukan dengan cara membagi-bagi konsumen kedalam kelompok-kelompok yang berlainan menurut kelas sosial, gaya hidup, berbagai ciri kepribadian, motif pembelian, dan lain-lain.

2. Penetapan Pasar Sasaran ( Target market)

Adalah merupakan kegiatan yang berisi dan menilai serta memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki oleh suatu perusahaan. Apabila perusahaan ingin menentukan segmen pasar mana yang akan dimasukinya, maka langkah yang pertama adalah menghitung dan menilai porensi profit dari berbagai segmen yang ada tadi. Maka dalam hal ini pemasar harus mengerti betul tentang teknik-teknik dalam mengukur potensi pasar dan meramalkan permintaan pada masa yang akan datang. Teknik-teknik yang dipergunakan ini sangat bermanfaat dalam memilih pasar sasaran, sehingga pemasar dapat menghindarkan kesalahan-kesalahan yang bakal terjadi, atau paling tidak menguranginya sekecil mungkin dalam prakteknya. Maka untuk tujuan tersebut perusahaan harus membagi-bagi pasar menjadi segmen-segmen pasar utama, setiap segmen pasar kemudian dievaluasi, dipilih dan diterapkan segmen tertentu sebagai sasaran. Dalam kenyataannya perusahaan dapat mengikuti salah satu diantara lima strategi peliputan pasar, yaiitu:

1. Konsentrasi pasar tunggal, ialah sebuah perusahaan dapat memusatkan kegiatannya dalam satu bagian daripada pasar. Biasanya perusahaan yang lebih kecil melakukan pilihan ini.

2. Spesialisasi produk, sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi satu jenis produk. Misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk memproduksi hanya mesin tik listrik bagi sekelompok pelanggan.

3. Spesialisasi pasar, misalnya sebuah perusahaan memutuskan untuk membuat segala macam mesin tik, tetapi diarahkan untuk kelompok pelanggan yang kecil.

4. Spesialisasi selektif, sebuah perusahaan bergerak dalam berbagai kegiatan usaha yang tidak ada hubungan dengan yang lainnya, kecuali bahwa setiap kegiatan usaha itu mengandung peluang yang menarik.

5. Peliputan keseluruhan, yang lazim dilaksanakan oleh industri yang lebih besar untuk mengungguli pasar. Mereka menyediakan sebuah produk untuk setiap orang, sesuai dengan daya beli masing-masing.

3. Penempatan produk ( Product Positioning)

Penempatan produk mencakup kegiatan merumuskan penempatan produk dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

Bagi setiap segmen yang dimasuki perusahaan, perlu dikembangkan suatu strategi penempatan produk. dalam persaingan dan menetapkan bauran pemasaran yang terperinci. PadaSaat ini setiap produk yang beredar dipasar menduduki posisi tertentu dalam segmen pasamya. Apa yang sesungguhnya penting disini adalah persepsi atau tanggapan konsumen mengenai posisi yang dipegang oleh setiap produk dipasar.

C. BAURAN PEMASARAN

Salah satu unsur dalam strategi pemasaran terpadu adalah Bauran Pemasaran, yang merupakan strategi yang dijalankan perusahaan, yang berkaitan dengan penentuan, bagaimana perusahaan menyajikan penawaran produk pada satu segmen pasar tertentu, yang merupakan sasaran pasarannya. Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin, dalam melakukan kegiatan pemasarannya. Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat pengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix sccara umum adalah sebagai berikut:

Marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi. Keempat unsur tersebut adlah penawaran produk/jasa, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi.

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p's adalah sebagai berikut:

1. Strategi Produk

2. Strategi Harga

3. Strategi Penyaluran / Distribusi

4. Strategi Promosi

Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi dapat dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:

1. Produk (Jasa)

Kebijaksanaan mengenai produk atau jasa meliputi jumlah barang/jasa yang akan ditawarkan perusahaan, pelayanan khusus yang ditawarkan perusahaan guna mendukung penjualan barang dan jasa, dan bentuk barang ataupun jasa yang ditawarkan. Produk merupakan elemen yang paling penting.

sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi "kebutuhan dan keinginan" dari konsumen. namun keputusan itu tidak berdiri sebab produk/jasa sangat erat hubungannya dengan target market yang dipilih. Sedangkan sifat dari produk/jasa tersebut adalah sebagai berikut:

1. Tidak berwujud

Jasa mempunyai sifat tidak berwujud, karena tidak bisa dilihat, dirasa, diraba, didengar atau dicium, sebelum ada transaksi pembelian.

2. Tidak dapat dipisahkan

Suatu produk jasa tidak dapat dipisahkan dari sumbernya, apakah sumber itu merupakan orang atau benda. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel tidak akan bisa terlepas dari bangunan hotel tersebut.

3. Berubah-ubah

Bidang jasa sesungguhnya sangat mudah berubah-ubah, sebab jasa ini sangat tergantung kepada siapa yang menyajikan, kapan disajikan dan dimana disajikan. Misalnya jasa yang diberikan oleh sebuah hotel berbintang satu akan berbeda dengan jasa yang diberiakan oleh hotel berbintan tiga.

4. Daya tahan

Jasa tidak dapat disimpan. Seorang pelanggan yang telah memesan sebuah kamar hotel akan dikenakan biaya sewa, walaupun pelanggan tersebut tidak menempati karnar yang ia sewa.

2. Harga ( Price)

Setiap perusahaan selalu mengejar keuntungan guna kesinambungan produksi. Keuntungan yang diperoleh ditentukan pada penetapan harga yang ditawarkan. Harga suatu produk atau jasa ditentukan pula dari besarnya pengorbanan yang dilakukan untuk menghasilkan jasa tersebut dan laba atau keuntungan yang diharapkan. Oleh karena itu, penetuan harga produk dari suatu perusahaan merupakan masalah yang cukup penting, karena dapat mempengaruhi hidup matinya serta laba dari perusahaan.

Kebijaksanaan harga erat kaitannya dengan keputusan tentang jasa yang dipasarkan. Hal ini disebabkan harga merupakan penawaran suatu produk atau jasa. Dalam penetapan harga, biasanya didasarkan pada suatu kombinasi barang/jasa ditambah dengan beberapa jasa lain serta keuntungan yang memuaskan. Berdasarkan harga yang ditetapkan ini konsumen akan mengambil keputusan apakah dia membeli barang tersebut atau tidak. Juga konsumen menetapkan berapa jumlah barang/jasa yang harus dibeli berdasarkan harga tersebut. Tentunya keputusan dari konsumen ini tidak hanya berdasarkan pada harga semata, tetapi banyak juga faktor lain yang menjadi pertimbangan, misalilya kualitas dari barang atau jasa, kepercayaan terhadap perusahaan dan sebagainya. Hendaknya setiap perusahaan dapat menetapkan harga yang peling tepat, dalam arti yang dapat memberikan keuntungan yang paling baik, baik untuk jangka pendek maupun unluk jangka panjang.

3. Saluran Distribusi ( Place )

Setelah perusahaan berhasil menciptakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan menetapkan harga yang layak, tahap berikutnya menentukan metode penyampaian produk/jasa ke pasar melalui rute-rute yang efektif hingga tiba pada tempat yang tepat, dengan harapan produk/jasa tersebut berada ditengah-tengah kebutuhan dan keinginan konsumen yang haus akan produk/jasa tersebut.

Tidak boleh diabaikan dalam langkah kegiatan memperlancar arus barang/jasa adalah memilih saluran distribusi (Channel Of Distribution). Masalah pemilihan saluran distribusi adalah masalah yang berpengaruh bagi marketing, karena kesalahan dalam memilih dapat menghambat bahkan memacetkan usaha penyaluran produk/jasa dari produsen ke konsumen.

Distributor-distributor atau penyalur ini bekerja aktif untuk mengusahakan perpindahan bukan hanya secara fisik tapi dalam arti agar jasa-jasa tersebut dapat diterima oleh konsumen. Dalam memilih saluran distribusi ini ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu sebagai berikut:

a. Sifat pasar dan lokasi pembeli

b. Lembaga-lembaga pemasaran terutama pedagang-pedagang perantara

c. Pengendalian persediaan, yaitu menetapkan tingkat persediaan yang ekonomis.

d. Jaringan pengangkutan.

Saluran distribusi jasa biasanya menggunakan agen travel untuk menyalurkan jasanya kepada konsumen. Jadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam kebijaksanaan saluran distribusi itu sendiri dengan memperhitungkan adanya perubahan pada masyarakat serta pola distribusi perlu mengikuti dinamika para konsumen tadi.

4. Promosi ( Promotion)

Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada pasar tentang produk/jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity)

Ø Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.

Ø Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan direct selling.

Ø Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.

Ø Publsitas (Pubilicity): Meripakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan" atau "memasyarakatkan ". Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah tercapainya keseimbangan yang efektif, dengan mengkombinasikan komponen-komponen tersebut kedalam suatu strategi promosi yang terpadu untuk berkomunikasi dengan para pembeli dan para pembuat keputusan pembelian.

BAB III

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN

A. RENCANA STRATEGI PERUSAHAAN

Satu diantara berbagai tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang optimal dari kegiatannya sehari-hari, khususnya kegiatan pemasaran. Untuk menjalankan kegiatan pemasaran tersebut dengan baik, dan sesuai dengan sasaran yang diharapkan, perusahaan harus menerapkan suatu strategi yang tepat sesuai dengan lingkungan pemasaran perusahaannya.

Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi manajemen pemasaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan rnanajemen pemasaran untuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.

Keberhasilan strategi pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan tergantung pada analisa dan pengamatan yang cermat oleh perusahaan terhadap Strategi pemasaran adalah logika pemasaran, dan berdasarkan itu, unit bisnis diharapkan untuk mencapai sasaran-sasaran pemasarannya. Strategi pemasaran perusahaan terdiri dari pengambilan keputusan tentang biayafaktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran perusahaan. pemasaran dari perusahaan, bauran pemasaran, dan alokasi pemasaran dalam hubungannya dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dalam kondisi persaingan. Strategi pemasaran menyeluruh perusahaan tercermin dalam rencana strategi pemasaran perusahaan (Corporate Marketing Plan) yang disusun. Rencana strategi pemasaran perusahaan adalah suatu rencana pemasaran jangka panjang yang bersifat menyeluruh dan strategis, yang merumuskan berbagai strategi dan program pokok dibidang pemasaran perusahaan pada suatu jangka waktu tertentu dalam jangka panjang dimasa depan.

Ciri penting rencana strategis pemasaran perusahaan ini adalah sebagai berikut:

a. Titik-tolak penyusunannya melihat perusahaan secara keseluruhan

b. Diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh

c. Dalam penyusunannya diusahakan untuk memahami kekuatan yang mempengaruhi perkembangan perusahaan

d. Jadual waktu/timing yang ditentukan adalah yang sesuai dan mempertimbangkan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan, dan

e. Penyusunan rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMASARAN PERUSAHAAN

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi strategi pemasaran pada suatu perusahaan adalah :

1. Lingkungan Mikro Perusahaan

Lingkungan mikro perusahaan terdiri dari para pelaku dalam lingkungan yang langsung berkaitan dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pasar, yaitu:

a. Perusahaan

Yaitu struktur organisasi perusahaan itu sendiri. Strategi pemasaran yang diterapkan oleh bagian manajemen pemasaran harus memperhitungkan kelompok lain di perusahaan dalam merumuskan rencana pemasarannya, seperti manajemen puncak, keuangan perusahaan, penelitian dan pengembangan, pembelian, produksi, dan akuntansi serta sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan, karena manajer pemasaran juga harus bekerja sama dengan para staff di bidang lainnya.

b. Pemasok (Supplier)

Para pemasok adalah perusahaan-perusahaan dan individu yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang dan jasa tertentu. Kadang kala perusahaan juga harus memperoleh tenaga kerja, peralatan, bahan bakar, listrik dan faktor-faktor lain dari pemasok. Perkembangan dalam lingkungan pemasok dapat memberi pengaruh yang arnat berarti terhadap pelaksanaan pemasaran suatu perusahaan. Manajer pemasaran perlu mengamati kecenderungan harga dari masukan-masukan terpenting bagi kegiatan produksi perusahaan mereka. Kekurangan sumber-sumber bahan mentah, pemogokan tenaga kerja, dan berbagai kejadian lainnya yang berhubungan dengan pemasok dapat mengganggu strategi pemasaran yang dilakukan dan dijalankan perusahaan.

c. Para Perantara Pemasaran

Para perantara pemasaran adalah perusahaan-perusahaan yang membantu perusahaan dalam promosi, penjualan dan distribusi barang/jasa kepada para konsumen akhir. Para perantara pemasaran ini meliputi :

Ø Perantara, adalah perusahaan atau individu yang membantu perusahaan untuk menemukan konsumen. Mereka terbagi dua macam, yaitu agen perantara seperti agen, pialang dan perwakilan produsen yang mencari dan menemukan para pelanggan dan/atau mengadakan perjanjian dengan pihak lain, tetapi tidak memiliki barang atau jasa itu sendiri.

Ø Perusahaan Distribusi Fisik, perusahaan seperti ini membantu perusahaan dalam penyimpanan dan pemindahan produk dari tempat asalnya ketempat-tempat yang dituju.

Ø Para Agen Jasa Pemasaran, seperti perusahaan atau lembaga penelitian pemasaran, agen periklanan, perusahaan media, dan perusahaan konsultan pemasaran,kesemuanya membantu perusahaan dalam rangka mengarahkan dan mempromosikan produknya ke pasar yang tepat.

Ø Perantara Keuangan, seperti bank, perusahaan kredit, perusahaan asuransi, dan perusahaan lain yang membantu dalam segi keuangan.

d. Para Pelanggan

Yaitu pasar sasaran suatu perusahaan yang menjadi konsumen atas barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan apakah individu-individu, Iembaga-lembaga, organisasi-organisasi, dan sebagainya.

e. Para Pesaing

Dalam usahanya melayani kelompok pasar pelanggan, perusahaan tidaklah sendiri. Usaha suatu perusahaan untuk membangun sebuah sistem pemasaran yang efisien guna melayani pasar gelati disaingi oleh perusahaan lain. Sistem pemasaran dan strategi yang diterapkan perusahaan dikelilingi dan dipengaruhi oleh sekelompok pesaing. Para pesaing ini perlu diidentifikasi dan dimonitor segala gerakan dan tindakannya didalam pasar.

f. Masyarakat Umum

Sebuah perusahaan juga harus memperhatikan sejumlah besar lapisan masyarakat yang tentu saja besar atau kecil menaruh perhatian terhadap kegiatan-kegiatan perusahaan, apakah mereka menerima atau menolak metode-metode dari perusahaan dalam menjalankan usahanya, karena kegiatan perusahaan pasti mempengaruhi minat kelompok lain, kelompok-kelompok inilah yang menjadi masyarakai umum. Masyarakat umum dapat memperlancar atau sebaliknya dapat sebagai penghambat kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya.

2. Lingkungan Makro

Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro dalam perusahaan, yaitu:

a. Lingkungan Demografis/Kependudukan Lingkungan demografis/kependudukan menunjukkan keadaan dan permasalahan mengenai penduduk, seperti distribusi penduduk secara geografis, tingkat kepadatannya, kecenderungan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, distribusi usia, kelahiran, perkawinan, ras, suku bangsa dan struktur keagamaan. Ternyata hal diatas dapat mempengaruhi strategi pemasaran suatu perusahaan dalam memasarkan produknya karena publiklah yang membentuk suatu pasar

b. Lingkungan Ekonomi.

Lingkungan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang diterapkan, kebijakan-kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan ekonomi, penurunan dalam pertumbuhan pendapatan nyata, tekanan inflasi yang berkelanjutan, perubahan pada pola belanja konsumen, dan sebagainya yang berkenaan dengan perkonomian.

c. Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik menunjukkan kelangkaan bahan mentah tertentu yang dibutuhkan oleh perusahaan, peningkatan biaya energi, peningkatan angka pencemaran, dan peningkatan angka campur tangan pemerintah dalam pengelolaan dan penggunaan sumber-sumber daya alam

d. Lingkungan Teknologi

Lingkungan teknologi rnenunjukkan peningkatan kecepatan pertumbuhan teknologi, kesempatan pembaharuan yang tak terbatas, biaya penelitian dan pengembangan, yang tinggi, perhatian yang lebih besar tertuju kepada penyempurnaan bagian kecil produk daripada penemuan yang besar, dan semakin banyaknya peraturan yang berkenaan dengan perubahan teknologi.

e. Lingkungan sosial/budaya

Lingkungan ini menunjukkan keadaan suatu kelompok masyarakat mengenai aturan kehidupan, norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, pandangan masyarakat dan lain sebagainya yang merumuskan hubungan antar sesama dengan masyarakat lainnya serta lingkungan sekitarnya.

BAB IV

STARATEGI BERSAING

A. STRATEGI UNTUK SETIAP POSISI BISNIS

Pada saat sekarang ini maupun saat kedepan, strategi pemasaran yang diterapkan oleh suatu perusahaan harus disesuaikan tidak hanya pada sasaran konsumen semata, tetapi juga pada para pesaing yang mengincar pasar sasaran konsumen yang sama. Perusahaan sebelum menetapkan dan menjalankan strateginya hendaklah terlebih dahulu malakukan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Treath) yaitu melihat dan menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimilikinya sendiri dan juga yang dimiliki oleh para pesaingnya.

TABEL II

Strategi untuk Setiap Posisi Bisnis

POSISI

REAKTIF

PROAKTIF

LEADER

- Balas

- Persaingan harga

- Pengembangan pasar

- Penelitian dan pengembangan

CHALLENGER

- Follow the leader

- Me too

- Menantang

- Menyerang

- Pengembangan produk baru

FOLLOWER

- Status Quo

- Me too

- Cari pasar baru

- Cari segmen pasar baru

- Market niche

Strategi bersaing bergantung pada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Perusahaan besar mampu menerapkan strategi tertentu, yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Tetapi hanya dengan sekala besar saja tidaklah cukup, karena ada beberapa strategi bagi perusahaan besar yang mampu menjamin keberhasilannya, akan tatapi ada juga strategi yang dapat merugikan dirinya sendiri. Dan bukanlah merupakan sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu rnenghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada yang diperoleh perusahaan besar.

Sehubungan dengan besarnya usaha, maka dapat dibedakan menjadi empat kelompok usaha, yaitu:

1. Market Leader menguasai 40% pasar

2. Market Challanger menguasai 30% pasar

3. Market Follower menguasai 20% pasar

4. Market Nicher menguasai 10% pasar

1. Market Leader

Perusahaan seperti ini rnemegang bagian terbesar dalam pasar, biasanya perusahaan-perusahaan lain mengikuti tindakan-tindakan perusahaan dalam hal perubahan harga, pengenalan produk baru, pencakupan saluran distribusi, dan intensitas promosi. Perusahaan ini menjadi titik pusat orientasi para pesaing. Ia merupakan perusahaan yang ditantang, ditiru, atau dijauhi. Kehidupan pemimpin pasar sungguh tidaklah mudah, terkecuali bila perusahaan itu memang memiliki promosi resmi. Perusahaan tersebut senantiasa mempertinggi kewaspadaannya sebab para pesaingnya selalu mencari dan mencoba memanfaatkan kelemahannya, meski sekecil apapun. Perusahaan yang dominan selalu ingin tetap menjadi nomor satu, oleh sebab itu, perusahaan-perusahaan seperti ini jasanya mengembangkan strategi:

a. Mengembangkan pasar keseluruhan, hal ini dapat dilakukan dengan cara:

- Mencari konsumen baru dengan cara strategi penerobosan pasar, strategi pasar baru, dan strategi perluasan geografis

- Mencari dan mengenalkan kegunaan baru suatu produk

- Meyakinkan masyarakal konsumen agar menggunakan produk lebih banyak pada setiap kesempatan.

b. Melindungi bagian-bagian pasar yang telah dikuasai. Sementara mencoba memperkuat pasar. Perusahaan yang dominan tetap harus melindungi usahanya secara terus menerus dari serangan saingan-saingannya. Untuk itu yang harus dikerjakan oleh perusahaan pemimpin dalam mempertahankan daerah kekuasaannya adalah inovasi (Pembaharuan ) yang terus menerus.

c. Meningkatkan bagian pasar. Selain mencari konsumen baru pada pasar yang baru, perusahaan juga dapat meningkatkan jumlah konsumen pada bagian pasar yang sudah dikuasai.

2. Market Challanger

Perusahaan yang mempunyai urutan kedua atau lebih rendah lagi didalam pasar bisa disebut "runner up" atau "Penyusul". Mereka dapat menyerang Market leader dan pesaing-pesaing lainnya dalam suatu usaha yang gencar merebut bagian pasar, perusahaan inilah yang disebut Market Challanger. Dan mereka yang bersikap asal rnenerima tidak menggoncangkan pasar, disebut juga Market Follower.

Beberapa strategi penyerangan yang bisa digunakan oleh market challanger :

a. Menetapkan sasaran straregi lawan.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh penantang pasar adalah menetapkan sasaran strategis dan memilih lawan yang dihadapi, untuk itu perusahaan harus melakukan analisis persaingan yang sistematis. Sasaran strategis dari kebanyakan penantang pasar adalah: peningkatan bagian pasar dengan harapan akan menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Pada dasarnya, market challanger dapat memilih salah satu dari tiga jenis perusahaan yang dapat diserang yaitu: pimpinan pasar, perusahaan-perusahaan yang sama besarnya tetapi kurang berhasil serta kekurangan dana, dan perusahaan regional yang lebih kecil.

b. Memilih strategi penyerangan.

Secara umum ada lima strateg penyerangan yang dapat dipilih dan dilakukan market challanger :

Ø Serangan Frontal. Serangan ini dilakukan dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki tepat berhadapan dengan lawan. Serangan ini lebih bersifat menyerang kekuatan lawan ketimbang titik lemahnya. Dalam serangan frontal ini, penyerang menandingi produk, iklan, barga, dari lawannya, sehingga apabila lawan tidak kuat maka akan kalah. Biasanya yang memakai strategi ini adalah market challanger yang kuat.

Ø Serangan melambung. Prinsip pokok dart serangan modern adalah Konsentrasi kekuatan untuk menyerang kelemahan .Market challanger berpura-pura akan menyerang bagian yang kuat sehingga lawan mengerahkan seluruh kekuatan ke bagian tersebut, tetapi serangan yang sesungguhnya akan diarahkan kebagian kelemahannya. Ada dua strategi yang dapat dilakukan oleh market challanger yaitu serangan geografis, yaitu serangan-serangan yang ditujukan pada daerah-daerah pemasaran dimana pesaing tidak menanganinya dengan baik. Dan kedua adalah serangan dengan menutup segmen pasar yang selama ini belum dipenuhi oleh market leader.

Ø Serangan mengepung. Serangan ini merupakan usaha menembus daerah pemasaran lawan, yaitu dengan mengadakan penyerangan secara besar-besaran terhadap seluruh pasar lawan dan pada saat bersamaan perusahaan penantang memasarkan segala apa saja yang dipasarkan oleh pesaing, dan melebihi apa yang dimiliki oleh pesaing, sehingga tawaran perusahaan ini tidak mungkin ditolak oleh konsumen.

Ø Serangan lintas. Strategi ini adalah strategi yang paling tidak langsung, serta menjauhkan diri dari gerakan yang mengarah kepemasaran pesaing. Ada tiga pendekatan, yaitu: diversifikasi ke produk-produk yang tidak berkaitan, diversifikasi kepasar geografis yang baru dan menciptakan produk yang lebih baik.

Ø Serangan gerilya. Serangan ini dilakukan perusahaan-perusahaan yang kekurangan modal dengan menyerang pada berbagai wilayah lawan dengan serangan kecil yang tiba-tiba dan terputus-putus. Tujuannya adalah untuk mengganggu konsentrasi lawan. Serangan dapat dilakukan dengan tindakan memotong harga secara selektif, mengganggu persediaan, membajak eksekutif, kegiatan promosi intensif dan berbagai tindakan ilegal lainnya.

Selain ke lima strategi penyerangan secara umum tersebut, terdapat strategi yang lebih spesitik lagi bagi market challanger yaitu:

1. Strategi pemotongan harga

2. Strategi produk yang lebih murah

3. Strategi produk prestise

4. Strategi pengembang biakan produk

5. Strategi inovasi produk

6. Strategi penyempurnaan jasa pelayanan

7. Strategi inovasi distribusi

8. Strategi penekanan biaya

9. Strategi promosi yang intensif

3. Market Follower

Perusahaan seperti ini lebih suka menawarkan hal-hal yang serupa, biasanya dengan meniru produk perusahaan yang memimpin. Setiap market follower selalu menonjolkan sifat khasnya kepada target pasar, misalnya lokasi, jasa pelayanan, atau keuangannya. Strategi umum yang biasa dilakukan oleh maeket follower yaitu:

Ø Mengikuti dari dekat. Market follower berusaha menyamai perusahaan pemimpin pasar pada sebanyak mungkin segmen pasar dan wilayah bauran pemasaran.

Ø Mengikuti dari jauh. Dalam strategi ini market follower membuat beberapa differensiasi, namun tetap mengikuti market leader dalam hal pembauran pasar.

Ø Mengikuti secara selektif. Market follower mengikuti dengan dekat beberapa hal yang dilakukan market leader, namum pada hal-hal yang lain perusahaan berjalan dengan sendiri.

4. Market Nicher

Perusahaan seperti ini, menyandang berbagai nama seperti; penggarap relung pasar, spesialisasi pasar, perusahaan ambang pintu, atau perusahaan tumpuan. Market nicher menempati sebagian kecil dari seluruh pasar yang ada. Perusahaan jenis ini mencoba masuk kesatu atau lebih celah-celah pasar yang aman dan menguntungkan yang dilupakan atau terlewatkan oleh perusahaan besar. Umumnya market micher adalah perusahaan yang mempunyai spesialisasi tertentu dan keahlian yang khas didalam pasar, konsumen, produk atau lini-lini dalam bauran pemasaran.

BAB V

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa sudah selayaknyalah perusahaan memiliki Strategi Pemasarannya sendiri sebelum mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.

B. SARAN

Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal dengan lingkungan makro perusahaan. Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.

Penentuan strategi bersaing hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan kepada besar dan posisi masing-masing perusahaan dalam pasar. Karena perusahaan yang besar mungkin dapat menerapkan stretegi tertentu yang jelas tidak bisa dilakukan oleh perusahaan kecil. Demikian pula sebaliknya, bukanlah menjadi sesuatu hal yang jarang terjadi bahwa perusahaan kecil dengan strateginya sendiri mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sama atau bahkan lebih baik daripada perusahaan besar.

Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas, dapat dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah persaingannya.

DAFTAR PUSTAKA

Basu Swastha D.H. MBA, Manajemen pemasaran Modern, Liberty, Yogyakarta, 1990

Gitosudanno, Indriyo, Manajemen Pemasaran, BPFE Yogyakarta, 1994

Jauch, lawrence R, Manajemen Strategis Dan Kebijakan Perusahaan, Erlangga, Jakarta, 1993

Mc. Donald, Malcom H.B. Rencana Pemasaran, Arcan, Jakarta, 1995

Phillip Kotler, Marketing Management, Prentice Hall, New Jersey, 2000

Naisbitt, John, Global Paradox, Avon Books, New York, 1995

Stanton, William, J, Prinsip Pemasaran, Erlangga, 1986

Sutojo Siswanto, Kerangka Dasar Manajemen Pemasaran, LPPM, 1981

Sofjian, Assauri, Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi Rajawali, Jakarta,1992

O. Winardi, Manajemen Pemasaran, Sinar Baru, Bandung, 1981