*Ilman Muhammad Syukur
BAHASA LABIK (SAHABA LABIK)
Bahasa labik adalah bahasa yang di modipikasi menjadi bahasa acak dengan aturan dan rumus-rumus tertentu. Rumus ini sengaja kami buat untuk memudahkan pembaca memahami dan memperaktekannya dalam keseharian bersama orang-orang terdekat atau lawan bicara kita.
Secara sadar bila tidak mengetahui rumusnya maka agak susah untuk mengungkapkan dan mengetahui maksud yang di sampaikan oleh lawan bicara yang menggunakan bahasa labik ini.
Awalnya bahasa ini secara tidak sengaja terbiasa di gunakan sebagai bahasa persendaan sesama teman sebaya atau sekedar lucu-lucuan. Kami biasa melabikkan Bahasa Gayo dan bahasa Indonesia. kadang digunakan saat membicarakan hal-hal penting yang tidak boleh di ketahui orang lain didepan orang, kami mulai menggunakannya kurang lebih sejak 20 tahun yang lalu.
Berhubung dengan kemajuan teknologi dan adanya jaringan social. saya mulai membagi bahasa ini kepada teman-teman yang mau mempelajarinya. Selain itu kami juga sering memperaktekan nya saat kopi darat.
Berikut adalah contoh bahasa asli dan bahasa labiknya:
“Sarimin pergi kepasar” labiknya “Sarimin gerpi kesapar”
“Andi memancing ikan di surau dekat rumahnya” labiknya “Andi mencaming ki’an di rusau kedat murahnya”
"jika ada yang bilang ku tak setia jangan kau dengar" labiknya "kija da'a ngay libang ku kat tesia ngajan kau ngedar"
"Banyak cinta yang datang mendekat namun ku menolak" labiknya " nyabak tinca ngay tadang mengkedat manun ku melonak"
"semua itu karna ku cinta kau" labiknya "mesua tiu narka ku tinca kau"
Ada beberapa kata atau bahasa yang sudah biasa di pakai dan familiar kita dengar sehari - hari.
Contohnya:
Miskin menjadi kismin (sinetron SCTV/Islam KTP)
Beres menjadi rebes
Betul menjadi tebul, dll…
Rumus dan Aturan :
A. Rumus
1. Pendobelan Hurup Konsonan
Menarik hurup Konsonan dari tengah kata yang hurupnya bila di dobelkan tanpa mengubah bunyinya, minsalnya pada kata “Jaga” yang bisa di dobelkan adalah Huruf “G" / "GG” menjadi “Jagga” maka hurup yang bisa di dobelkan tersebut di tarik ke dapan kata dan hurup depan “J” di tempatkan di tempat hurup “G” tersebut menjadi “gaja”
Contoh :
saya menjadi yasa
sayang menjadi yasang
kamu menjadi maku
saja menjadi jasa
jika menjadi kija
kita menjadi tika
nikah menjadi kinah
lusa mejadi sula
maka menjadi kama
bahagia menjadi habagia
sampai mejadi pansai
habis menjadi bahis
masa menjadi sama
2. Dobel Beda Hurup Konsonan
Menarik hurup ke dua dari satu kata yang di tengahnya terdapat Dobel beda hurup Konsonan. Minsalnya Kata “tempat” dua huruf konsonan di tengahnya adalah “MP”. “P” adalah huruf ke dua dari dua huruf konsonan di tengah kata tersebut maka huruf “P” di tarik ke depan kata menjadi “Pentat”
Contoh :
cinta mejadi tinca
Pergi menjadi gerpi
sampai mejadi pansai
waktu mejadi takwu
sunting menjadi tunsing
jemput menjadi penjut
lembut menjadi benlut, dll…
3. Pengubahan bunyi “NG”, “N” atau “M”
Pengubahan ini terjadi bisa saja dari “NG” menjadi “N” atau “M” dan “N” menjadi “NG” atau “M” dan “M” menjadi “N” atau “NG”
Contoh:
Singgah menjadi ginsah
Kampus menjadi pangkus
Sampai menjadi pansai
Sanggul menjadi gansul
Tengger menjadi genter
mungkin menjadi kumin
bongkol menjadi kombol
cangkul menjadi kancul
bangku menjadi kambu
tangkis menjadi kantis
pangkas menjadi kampas
sempurna menjadi pensurna, dll..
4. Beberapa kata yang bila dilabikkan tetapi bunyinya tetap sama.
contohnya: janji, lolos, dandan, susu, dodol, gigi, pipi, pamplet dll..
5. jika hurup konsonan pertama di ikuti dua hurup vokal di belakang hurup konsonan maka hurup konsonan di jadikan menjadi hurup kedua.
Contoh:
dua menjadi Uda
dia menjadi ida
mau menjadi amu
bau menjadi abu
tau menjadi atu, dll
Namun hal ini bisa saja tidak berubah bila kedengarannya menjadi jelek, berbalik arti atau susah di mengerti lawan bicara seperti kata "kau" tiadak mungkin di labik menjadi "aku"
6. Jika suatu kata di awali dengan hurup vokal maka hurup konsonan di tarik kedepan kata kadang di tambahkan koma di atas setelah hurup ke dua atau setelah konsonan ke dua.
contoh:
andai menjadi dan'ai
aku menjadi ka'u
anda menjadi dan'a
aman menjadi ma'an
asin menjadi sa'in
alam menjadi la'am
indah menjadi din'ah
imut menjadi mi'ut
isu menjadi si'u
ikan menjadi ki'an
incar menjadi cin'ar
umat menjadi mu'at
umum menjadi mu'um
untuk menjadi tun'uk
ekor menjadi ke'or
esok menjadi se'ok
elok menjadi le'ok
orang menjadi ro'ang
omong menjadi mo'ong
obok menjadi bo'ok
oceh menjadi co'eh
odol menjadi do'ol
B. Aturan
1. Penyebutan nama orang, nama daerah, nama kota, nama benda dll tidak boleh di labikkan.
2. Bila satu kata hanya terdapat dua hurup maka ini juga tidak di labikkan
Contoh; es, di, ah, ya, Ok, dll…
3. Pada kata yang terdapat tiga hurup pada awal dan akhir hurupnya diapit oleh hurup konsonan maka bacaannya di balikkan
Contoh;
teh menjadi het
ban menjadi nab
jin menjadi nij
bom menjadi mob, dll…
Tapi hal ini tidak di lakukan pada ungkapan perasaan, minsalnya perasan heran “waw” “hah” “Yee”, ungkapan tertawa dll…
Hampir setiap kata dalam bahasa indonesia dan bahasa gayo sangat mudah di labik, bila susah di lakukan pelabikan pada kata-kata tertentu maka kembalikan saja pada kata aslinya. berlatih bahasa ini dibutuhkan seni dan imajinasi maka secara reflek akan terbiasa dan gampang di katakan.
4. Pada imbuhan tidak di lakukan pelabikkan hanya saja kata dasarnya saja yang di labik,
contohnya:
berlarian/ber-lari-an menjadi ber-rali-an
memanjat/men-manjat menjadi men-janmat
dipersembahkan/di per-sembah-kan menjadi di per-bensah-kan
menjadikan/men-jadi-kan menjadi men-daji-kan
sesungguhnya/se-sungguh-nya menjadi se-gunsuh-nya
menamai/me-nama-i menjadi me-mana-i
didalamnya/di-dalam-nya menjadi di-ladam-nya, dll…
5. Pada kata yang di awali dua hurup vokal juga tidak dilabikkan, Contohnya: air, aus dll..
HUBUNGAN SAHABA LABIK DENGAN KESEIMBANGAN SYSTEM KERJA OTAK.
Otak manusia terdiri atas belahan otak kiri dan kanan. Otak kiri berkaitan dengan fungsi akademik yang terdiri atas kemampuan berbicara, kemampuan mengolah tata bahasa, baca tulis, daya ingat (nama, waktu dan peristiwa), logika, angka, analisis, dll.
Sementara otak kanan tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat artistik, kreativitas, perasaan, emosi, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, khayalan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, pengembangan kepribadian. Para ahli banyak yang mengatakan otak kiri sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), sementara otak kanan memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Quotient) seseorang.
Sebagai mana yang tersebut di atas maka sahaba labik ini dapat di gunakan sebagai alat untuk melatih keseimbangan system kerja antara otak kanan dan otak kiri di mana latihan mengatakan sesuatu dengan bahasa labik yang tersusun dengan rumus-rumus dan aturannya, sejalan dengan itu otak kanan meningkatkan daya imajinasi dan dan intelejensi dan kecepatan berpikir kita untuk mengungkapkan bahasa labik dengan cepat dan benar.
sebagai indikasi kita memiliki keseimbangan kerja otak adalah dengan melihat kemampuan kita berdiskusi dengan baik, dapat berhitung cepat atau kemampuan membuat atau merangkai tulisan pantun atau puisi dll
Sekian dulu tulisan ini semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Niat kami bahasa modipikasi ini dapat di gunakan untuk kebaikan dan kami tidak bertannggung jawab bila bahasa ini akhirnya di salah gunakan untuk hal-hal yang tidak kita inginkan. wallahua'lam bishawab..!!
*penutur dan pengembang bahasa labik
0 komentar:
Poskan Komentar